19 April 2012

Manusia dan Pandangan Hidup

Pandangan hidup adalah pendapat atau pertimbangan yang dijadikan pedoman pegangan dan arahan hidup. Pandangan hidup sangat penting karena merupakan salah satu track yang harus kita lalui dalam hidup ini. Dengan adanya pandangan hidup, hidup kita akan lebih terarah pada cita-cita kita. Terkadang pandangan hidup  sangat menentukan masa depan seseorang, namun terkadang pandangan hidup 'hanya' dijadikan sebagai penyemangat hidup agar mencapai apa yang dicita-citakan.


Secara garis besar, ada tiga asal pandangan hidup: dari agama, dari negara dan dari dalam diri sendiri. Pandangan hidup yang berasal dari agama adalah mutlak kebenarannya. Sedangkan pandangan hidup yang berasal dari dalam diri sendiri biasanya merupakan hasil renungan dan masih belum tentu kebenarannya. 


Pandangan hidup tentang masa depan kerap dikaitkan dengan cita-cita. Karena mungkin keduanya erat hubungannya dengan rencana kehidupan dimasa depan. Antara masa sekarang dengan masa depan terdapat jarak waktu. Selisih waktu itulah yang dapat dimanfaatkan untuk berusaha menggapai cita-cita. Mengisi hari-hari dengan kegiatan yang positif adalah awal yang baik untuk menggapai cita-cita. Selanjutnya, melakukan semua yang berhubungan dengan pandangan hidup merupakan langkah yang tepat.. :thumbsup 
Read rest of entry

12 April 2012

Manusia dan Keadilan

Menurut Wikipedia, Keadilan adalah kondisi kebenaran ideal secara moral mengenai sesuatu hal, baik menyangkut benda atau orang. Menurut definisinya, memang keadilan dituntut untuk seimbang agar memperoleh kondisi yang ideal dan obyektif. 


Keadilan dibutuhkan manusia sebagai wakil Tuhan di dunia. Memang tidak ada yang bisa seadil Tuhan Yang Maha Adil, tapi jika tidak ada yang menciptakan keadilan didunia, apa yang akan terjadi pada umat manusia? Dunia akan hancur di tangan yang salah!!


Walaupun sudah ada hukum yang mengatur, terkadang keadilan belum bisa ditegakkan dengan maksimal. Selain karena keterbatasan hakim yang juga seorang manusia, ada juga oknum yang mencoba "membeli" hukum. Dan itu yang banyak terjadi di Negeri kita...


Dalam mitologi Yunani, Themis dikenal sebagai titan keadilan. Titan sendiri merupakan penguasa di bumi sebelum para dewa. Nama Themis berarti hukum alam. Yang menarik menurut saya adalah penggambaran sosok Themis ini. Themis digambarkan dengan seorang wanita yang membawa timbangan di tangan kiri dan pedang bermata dua di tangan kanan. Semua benda ini melambangkan keadilan. Terkadang Themis juga digambarkan memakai penutup mata, yang mengartikan bahwa keadilan harus diberikan dengan obyektif dan tanpa pandang bulu.



Read rest of entry

04 April 2012

Manusia dan Penderitaan

Penderitaan ya? Kita semua pasti tahu apa itu penderitaan, bahkan sedikit banyak kita pernah mengalaminya. Penderitaan mungkin bisa diartikan sebagai saat yang tidak menyenangkan dalam menjalani kehidupan.



Penderitaan datang dengan wujud yang bermacam-macam. Yang paling sering kita jumpai adalah dalam wujud sakit. Tidak ada sakit yang menyenangkan bukan? Semua orang benci dan menghindari sakit. selain sakit, masih banyak bentuk penderitaan yang datang kepada manusia. Bisa dalam bentuk kegagalan, musibah, kecelakaan, ditinggal orang yang kita sayangi, dan sebagainya.

Apapun penyebabnya, penderitaan bagaikan bayang-bayang dalam hidup kita. Penderitaan selalu mengiringi kita dan bisa muncul sewaktu-waktu dihadapan kita. Dan ketika penderitaan itu datang, kita harus menyikapinnya dengan bijaksana. Lalu bagaimana menyikapi penderitaan?



Selain datang dengan berbagai bentuk, banyak juga cara menghadapi penderitaan. Yang paling baik mungkin adalah menjadikan penderitaan sebagai pelajaran hidup. Optimis dalam menjalani kehidupan yang akan datang. Banyak sikap positif lainnya yang bisa menjadikan penderitaan sebagai pelajaran. Sikap positif tersebut diantaranya kreatif, tidak mudah menyerah, tidak berkecil hati dan lainnya. 


Dan yang terpenting adalah, jangan sampai penderitaan membuat kalian putus asa, menyesal dan tidak memiliki semangat hidup. Percayalah hidup bukan hanya rangkaian penderitaan, tapi juga ada serentetan kebahagiaan menanti kalian...




Pratama Puguh Pangestu /1KA27 / 15111562
Read rest of entry

29 Maret 2012

Manusia dan Kindahan

Pada dasarnya manusia sangat suka akan keindahan. Mungkin hanya beberapa saja yang kurang normal dengan mengabaikan keindahan. Karena menurut saya keindahan adalah suatu kondisi dimana lingkungan kita dapat memberikan suatu aura positif untuk kita. Dengan keindahan pula kita bisa mengeluarkan semua potensi yang kita miliki.

Keindahan adalah kata berimbuhan yang berasal dari ata indah yang berarti cantik, elok, bagus dan sebagainya. Keindahan ada yang alami dan ada keindahan yang sengaja dibuat oleh manusia. Kenapa manusia menciptakan keindahan? Alasannya mungkin beragam.



Di kota besar yang masih semrawut penataannya, seperti Jakarta, sangat sulit ditemukan adanya keindahan. Apalagi keindahan alam. Kalaupun ada, pasti sudah diserbu masyarakat pada hari libur. Ini adalah salah satu fakta bahwa masyarakat sangat membutuhkan keindahan, terutama untuk kembali menyegarkan pikiran dan diri kita.

Kalian manusia? Butuh keindahan? Kita sama :D



Pratama Puguh Pangestu /1KA27 / 15111562
Read rest of entry

22 Maret 2012

Manusia dan Cinta Kasih

Simple, satu yang langsung ada di pikiran saya tentang judul adalah: manusia ada karena cinta kasih. Tidak ada yang bisa menyangkal hal tersebut, kecuali terjadi hal yang sama sekali tidak kita semua inginkan. Tapi saya tetap yakin dengan pernyataan awal saya tadi bahwa manusia ada karena cinta kasih.

Gambar Dewi Afrodit, Dewi Ciinta dalam Mitologi Yunani

Manusia adalah ciptaan-Nya yang paling sempurna. Kesempurnaan itu tidak lengkap tanpa adanya nafsu. Ini yang membuat manusia memiliki cinta dan kasih, sangat berbeda dengan malaikat yang hanya berbua baik dan beribadah kepada Tuhan. Sangat kompleks jika membahas apa itu nafsu. Tapi pada tulisan saya kali ini, saya hanya akan mengulas nafsu yang lebih kepada perasaan, cinta dan kasih.

Saya sendiri sebenarnya susah untuk mendefinisikan arti cinta kasih. Karena ketika manusia merasakan ada cinta, akan muncul berbagai perasaan dalam dirinya. Sebenarnya cinta tidak sebatas suka terhadap lawan jenis, karena cinta juga memiliki arti yang luas.

Semua manusia diciptakan memiliki rasa cinta. Mungkin ada beberapa yang belum bisa merasakan cinta, tapi yakinlah bahwa suatu saat cinta akan datang.

Ada satu kata-kata yang saya ingat dari guru saya, ini quote yang bagus menurut saya untuk kita yang belum menikah: silahkan saling mencintai, tapi jangan dulu saling ingin memiliki...



Pratama Puguh Pangestu /1KA27 / 15111562
Read rest of entry

20 Maret 2012

Konsepsi Ilmu Budaya Dasar dalam Kesusastraan

Sekarang kita akan mengulas tentang penerapan Ilmu Budaya Dasar (IBD) dalam kesusastraan. Seperti yang kita tahu, kesusastraan atau sastra adalah salah satu jenis tulisan yang memiliki arti tertentu. Banyak hal yang mempengaruhi karya kesusastraan, salah satunya adalah budaya. Indonesia yang memiliki banyak sekali budaya tentu juga memiliki karya kesusastraan yang beragam.

Karya kesusastraan Indonesia yang banyak disinggung berasal dari Jawa, Bali dan Melayu. Saya mengambil ketiga contoh tersebut karena cerita sejarah Indonesia banyak terjadi di tempat-tempat tersebut. Berpusat di pulau Jawa, kerajaan di indonesia sempat hampir menguasai semua wilayah di Asia Tenggara. Tentu dalam perjalanannya mereka juga pasti banyak melahirkan karya-karya kesusastraan. Yang paling terlihat adalah karya kesusastraan dalam bentuk prasasti. Ada pula yang sudah berbentuk tulisan pada kertas yang mungkin disimpan di museum-musem.

Selain karya sastra pada zaman kerajaan, ada juga karya sastra Indonesia modern yang banyak terinspirasi keadaan pada saat itu. Pada zaman ini, karya sastra suda semakin maju dan sudah terbagi menurut bentuk dan isinya. Selain terinspirasi keadaan pada saat itu, tidak sedikit pula para penulis memasukkan unsur budaya pada karya sastra mereka.

Selain karya kesusastraan lokal, banyak juga karya kesusastraan internasional yang terkenal karena budaya yang ada pada saat itu. Salah satu dari mereka adalah karya kesusastraan dari Yunani dan Sansekerta. Mereka merupakan bangsa peradaban kuno yang mau tidak mau merupakan awal mula dari karya kesusastraan.

Tidak banyak yang bisa saya tulis, karena memang sumber dan pengetahuan saya tentang kesusastraan yang terbatas :D

Read rest of entry

06 Maret 2012

Manusia dan Budaya


Mau tidak mau, manusia berhubungan sangat erat dengan budaya.  Manusia 'menciptakan' budaya mereka sendiri, jadi mereka sangat mengedepankan, menjunjung tinggi dan bahkan sangat ingin melestarikan budaya mereka. 


Budaya dapat muncul kapan saja. Biasanya dimulai dari suatu kebiasaan, maka muncullah suatu budaya. Semua manusia atau golongan di dunia ini pasti memiliki budaya, mulai dari manusia primitif, sampai manusia modern.


Secara garis besar, di dunia ini ada dua budaya: budaya timur dan budaya barat. Indonesia adalah negara yang kaya akan budaya. Indonesia menganut budaya timur, budaya yang terkenal dengan kesopanannya. Namun dewasa ini banyak budaya yang muncul di indonesia sudah terpengaruh oleh budaya barat. Seperti clubbing, dugem, seks bebas dan lainnya.


Sebagai manusia yang berbudaya, hendaknya kita menjaga apa yang telah menjadi budaya kita, apa yang telah diturunkan oleh generasi sebelum kita. Tentu kita juga harus bisa memilih dan memilah mana budaya yang bertentangan dengan agama dan kepercayaan kita. Karena terkadang ada budaya yang 'menyimpang' dan menjadikan kita manusia yang tidak 'ber-Tuhan'.





Pratama Puguh Pangestu /1KA27 / 15111562

Read rest of entry

15 Januari 2012

Aku dan Gunadarma

Jujur, saya gak atau lebih tepatnya belum pernah yang namanya curhat dalam bentuk tulisan. Nulis diary, trus tuker-tukeran sama temen buat saling baca curahan hati masing-masing, atau yang lagi ngetrend sekarang adalah nulis di blog.
Selain emang dasarnya saya pemalu, dan emang saya merasa itu adalah suatu hal yang sebenernya gak perlu dishare ke khalayak. Apalagi kalo cuma curhatan sekelas cewek/cowok, putus, sakit hati, hahh!! Gak penting banget kan..
Kecuali tulisan yang sebenernya dibuat untuk menghibur, seperti penulis muda masa kini, Raditya Dika.
Upss, intermezzo yang terlalu panjang..

Oke, saya akan mulai sedikit berbagi tentang kehidupan perkuliahan saya, mulai dari pemilihan kampus dan perjalanannya sampai sekarang..

Aku dan Gunadarma..

Well, hidup emang pilihan. Saya sudah memilih bekerja di kota yang dikenal lebih kejam dari ibu tiri, Jakarta, setelah lulus dari salah satu Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Malang, Jawa Timur. Pilihan kota lain adalah Surabaya dan Denpasar. Yang menjadi pertimbangan adalah dimana kota tersebut bisa "menhidupi" saya selama + 5 tahun. Kenapa 5 tahun?? Ya, karena saya berniat untuk bisa melanjutkan jenjang pendidikan saya.

Setelah bisa "hidup" di Jakarta selama + 6 bulan, saya merasa sudah waktunya untuk segera melanjutkan niat mulia tadi, kuliah. Lagi-lagi ada banyak pilihan. Yang saya tau waktu itu adalah Universitas Budi Luhur, Universitas Mercu Buana dan Universitas Gunadarma (maaf sebut kompetitor).
UBL dengan waktu perkuliahannya yang flexibel, UMB dengan kuliah sabtu-minggunya dan UG dengan kuliah mode "capek" nya. Tapi satu yang hanya dimiliki UG dan tidak dimiliki pilihan lain, nama besar!!

Karena pengalaman saya mencari kerja, beberapa perusahaan besar juga mencantumkan syarat bahwa kita lulusan dari universitas ternama, akhirnya pilihan saya fix untuk Universitas Gunadarma.

Setelah melalui proses pendaftaran yang panjang, akhirnya sampai juga saya pada tahap orientasi atau Ospek. Yaa, namanya juga mahasiswa baru, pasti juga ingin ikut ospek tersebut. Tapi mendadak teman satu tim di kantor cuti, jadi mau tidak mau saya juga mengerjakan apa yang jadi porsinya. Akhirnya jelas: saya tidak ikut ospek!


Dipertemukan dengan sekelompok orang gila (baca: teman satu kelas 1KA27), saya merasa sangat beruntung. Mulai dari rasa persaudaraan yang kuat, guyonan khas mahasiswa kelas malam, sampai dengan rasa saling memiliki satu sama lain yang bisa terbentuk hanya dalam waktu kurang dari 1 bulan!

Waktu terus berputar, hingga kami dipertemukan dengan UTS. Di masa-masa UTS jelas perkuliahan diliburkan. Tapi tidak dengan 1KA27. Mereka tetap datang ke kampus untuk menjalali kegiatan yang mereka beri nama Kelompok Belajar. Nama yang standard memang, tapi cara melakukannya yang tidak biasa.

Yang merasa punya kelebihan di mata kuliah tertentu tidak segan-segan berbagi. Belajar di saat kuliah libur dan kerjaan yang menumpuk di kantor memang butuh niat yang kuat.

Hingga UAS semakin dekat, saya merasa semakin malas untuk kuliah. Mulai dari alasan cuaca, kerjaan, hingga yang paling mencengangkan adalah kedua orang tua saya sakit!

Saya harus pulang saat itu juga. Praktis saya tidak mengikuti perkuliahan antara UTS dan UAS yang hanya 2 pekan.

Harapan terakhir, semoga kami terus semangat menjalani kehidupan yang benar-benar menguras otak dan tenaga ini. Ya, kerja sambil kuliah di kampus yang luar biasa. Dan semoga kami bisa lulus dengan nilai yang memuaskan dan dengan rentang waktu normal + 4 tahun. Amin.



Pratama Puguh Pangestu / 1KA27 / 15111562

Read rest of entry

16 Desember 2011

Trend Seks Bebas Pranikah

Seks bebas berarti melakukan aktivitas seks dengan pasangan tanpa diikat perkawinan. Melakukan seks bebas sangat dilarang oleh agama manapun. Norma-norma di masyarakat juga menyatakan seks bebas merupakan perbuatan yang terlarang. Pasangan yang melakukan seks bebas akan mendapat sanksi, baik secara hukum negara maupun hukum masyarakat.

1. Penyebab Budaya seks Bebas
Budaya seks bebas muncul akibat pergaulan antara pria dan wanita yang bebas. Pergaulan yang bebas antara pria dan wanita biasanya menggiring pada melakukan aktivitas seks meskipun mereka tidak terikat perkawinan. Padahal, pria dan wanita yang belum terikat perkawinan tidak boleh melakukan aktivitas seks.
Faktor-faktor negatif seperti merebaknya informasi bertema pornografi di media massa dan kurangnya penanaman moral agama, merupakan sebagian faktor yang menyebabkan munculnya budaya seks bebas.

2. Bahaya Seks Bebas
Seks bebas sangat berbahaya, karena sangat bertentangan dengan norma-norma agama, masyarakat, juga negara, hamil di luar nikah, mudah tertular penyakit kelamin dan mudah terserang penyakit menular lainnya.

Berikut beberapa resiko dari perilaku seks bebas :

a. Hilangnya keperawanan dan keperjakaan
Indikasi fisik yang jelas terjadi pada perempuan, yakni robeknya selaput dara.

b. Ketagihan
Karena sudah merasakan kenikmatan, maka mudah sekali muncul rasa ketagihan, selalu ingin berbuat, mengulangi dan semakin susah mengendalikan diri.

c. Kehamilan
Perilaku seks bebas dapat mengakibatkan kehamilan padahal pasangan tersebut belum terikat secara Perkawinan. Biasanya kehamilan yang disebabkan seks bebas ini merupakan kehamilan yang tidak diinginkan.

d. Aborsi dengan segala resikonya
Jika hubungan intim sudah berbuah kehamilan, maka biasanya pasangan tersebut akan melakukan pengguguran kandungan (aborsi). Mereka menganggap aborsi adalah jalan yang terbaik untuk menutup aib dan rasa malu terhadap masyarakat sekitar. Mereka juga belum siap untuk hidup berumah tangga. Resiko dari aborsi antara lain adalah pendarahan, infeksi, kemandulan, bahkan kematian.

e. Penularan penyakit kelamin dan HIV/ AIDS
Penyakit kelamin ditularkan melalui hubungan seksual. Resiko tertular penyakit kelamin semakin besar ketika sering melakukan hubungan seksual secara berganti-ganti pasangan. Hubungan seksual di luar pernikahan berisiko tertular penyakit kelamin karena tidak bisa memastikan pasangannya berpenyakit atau tidak sehingga peluang untuk tertular lebih besar.

f. Infeksi saluran reproduksi
Remaja perempuan yang sudah aktif secara seksual dibawah usia 20 tahun serta sering berganti-ganti pasangan cenderung mudah terkena kanker mulut rahim.

g. Perasaan malu, bersalah, berdosa dan tidak berharga
Mereka yang sudah terjerumus pada perilaku seks bebas biasanya selalu di rundung rasa bersalah. Perasaan malu dan bersalah semakin muncul ketika dirinya atau pasangannya di ketahui hamil padahal secara resmi belum menjadi suami istri. Bukan hanya pelakunya yang mendapat aib tapi keluarga besarnya pun ikut mendapat rasa malu juga.

3. Cara menghindari seks bebas
Seks bebas sangat mudah untuk dihindari. Apabila kita telah memahami begitu berbahaya seks bebas, maka kita akan berusaha untuk menghindarinya. Mempertebal keimanan merupakan benteng yang kukuh untuk menghindari perilaku seks bebas. Selain itu, kita juga harus membatasi pergaulan antara pria dan wanita agar tidak terlalu bebas. Biasanya dari pergaulan yang bebas ini akan menimbulkan keinginan untuk melakukan seks bebas.

Perhatian dari orang tua juga penting untuk menghindari perilaku seks bebas. Orang tua senantiasa mengawasi pergaulan anak-anaknya agar tidak terjerumus pada pergaulan yang merugikan ini.

Budaya seks bebas bukan merupakan budaya bangsa Indonesia. Perilaku seks bebas sangat bertentangan dengan norma-norma yang berlaku di masyarakat. Untuk itu, kita harus menolah budaya seks bebas, karena tidak sesuai dengan kepribadian kita.
Seks bebas banyak menimbulkan kerugian dari pada keuntungan. Para remaja yang menjadi korban seks bebas biasanya sering merasa bersalah. Laporan meningkatnya kehamilan di luar nikah pada para remaja sangat mencemaskan kita. Keruntuhan moral merupakan kenyataan yang ada yang harus dihadapi akibat dari budaya seks bebas ini.




Pratama Puguh Pangestu / 1KA27 / 15111562

Visit Gunadarma Official Website
Dikutip dari www.hartohadi.com
Read rest of entry

15 Desember 2011

Tawuran

Tawuran adalah istilah yang sering digunakan masyarakat Indonesia, khususnya di kota-kota besar sebagai perkelahian atau tindak kekerasan yang dilakukan oleh sekelompok atau suatu rumpun masyarakat. Sebab tawuran ada beragam, mulai dari hal sepele sampai hal-hal serius yang menjurus pada tindakan bentrok.
Banyak penyebab terjadinya tawuran. Mulai dari permasalahan pribadi hinggal kelompok. Berikut adalah beberapa penyebab terjadinya tawuran:

  1. faktor keluarga
    • baik buruknya rumah tangga atau berantakan dan tidaknya sebuah rumah tangga.
    • perlindungan lebih yang diberikan orang tua.
    • penolakan orang tua, ada pasangan suami istri yang tidak pernah bisa memikul tanggung jawab sebagai ayah dan ibu.
    • pengaruh buruk dari orang tua, tingkah laku kriminal dan tindakan asusila.
  2. Faktor lingkungan sekolah
    • Lingkungan sekolah yang tidak menguntungkan bisa berupa bangunan sekolah yang tidak memenuhi persyaratan, tanpa halaman bermain yang cukup luas, tanpa ruangan olah raga, minimnya fasilitas ruang belajar, jumlah murid di dalam kelas yang terlalu banyak dan padat, ventilasi dan sanitasi yang buruk dan lain sebagainya.
  3. faktor miliu/lingkungan
    • Lingkungan sekitar yang tidak selalu baik dan menguntungkan bagi pendidikan dan perkembangan remaja.

Akhir-akhir ini juga semakin marak adanya aksi tawuran. Tawuran pelajar yang kebanyakan melibatkan siswa SMA atau mahasiswa, tawuran antar kampung, sampai yang terjadi kemarin adalah tawuran ormas di Mampang, Jakarta.
Tidak ada yang bisa mencegah adanya tawuran selain pengendalian diri masing-masing individu...


Pratama Puguh Pangestu /1KA27 / 15111562
Disadur dari berbagai sumber
Read rest of entry
 

Followers

Liputan6 - Aktual Tajam dan Terpercaya

Recommended Gadget

  • ads
  • ads
  • ads
  • ads

detiknews

Let's Share Copyright © 2009 Designed by Tamz